Monthly Archives: March 2013

Ngantor di Tempat Dewa Peta

Sejak 15/03/2013 saya masih numpang ngantor di tempatnya para dewa peta Indonesia. Rumah yang terletak di daerah Ciganjur, Jakarta Selatan ini difungsikan sebagai kantor Bukapeta. Mungkin anda bisa mampir ke bukapeta.com untuk melihat salah satu kreativitas mereka.

Kantor Bukapeta tampak dari depan

Kantor Bukapeta tampak dari depan

Hahaaa…. sudah lima hari saya numpang tidur, ngopi, duduk ngoprek di markas atau kantornya Bukapeta. Misinya sih nyuri pengetahuan mereka tentang pemetaan, lebih teknisnya tentang Geographical Information System (GIS). Saya sangat tertarik belajar pemetaan mulai dari dasar ilmu geografi sampai teknologi pemanfaatan GIS supaya menjadi lebih bermanfaat dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Abe : salah satu penggiat Bukapeta

Abe : salah satu penggiat Bukapeta

Saat hari pertama datang ke Bukapeta (tepatnya seusai sholat jum’at; tapi saya gak sholat jum’at hehee… karena masih di jalan), saya langsung diminta berbagi pengetahuan tentang penggunaan Yii Framework untuk pengembangan sistem. “Oke … siap pak boss, mari kita workshop”, begitu kata saya :). Belajar Yii sampai malam dan diakhiri dengan makan bebek bakar bersama.

Asyiknya  saling berbagi pengetahuan, “Ane dapet ilmu dari kalian, dan kalian juga bisa dapet ilmu dari ane, saling nyuri kita hahaa… :)

Bukapeta itu sekumpulan anak muda (soalnya gak ada ceweknya, kalo ada pasti bisa saya sebut muda mudi :)) yang berlatar belakang keilmuwan geografi dari Universitas Indonesia (UI). Mereka sekarang sedang menyiapkan peluncuran bukapeta.com versi 3, sebuah aplikasi social blogging untuk masyarakat. Pokoknya mereka luar biasa deh… anak muda yang mempunyai visi berbagi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Para pegiat Bukapeta sedang mendiskusikan peluncuran bukapeta.com versi 3.0

Para pegiat Bukapeta sedang mendiskusikan peluncuran bukapeta.com versi 3.0. — Danu, Dedi

 

Selain misi saya belajar peta, saya juga mencoba mengawinkan aplikasi Bukapeta dengan aplikasi LumbungKu/MitraDesa. Lagi-lagi perkawinan aplikasi itu untuk masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat perdesaan Indonesia. Soalnya saat kita ngomongin desa, pasti kita ngomongin Indonesia. Indonesia gak ada, jika desa juga gak ada :)

Mari kawan-kawan kita membangun Indonesia dimulai dari membagi apa yang kita bisa. Karena yang membuat kita nyaman, yaitu bermanfaat bagi orang lain.

Terimakasih mas Danu, Satrio (Jaim), Kumbang, Abe, Ketu, Koi, Dedi, Bibit dan kawan-kawan. Mari tersenyum :)

— @khayate

Saat tulisan ini ditulis (18/03/2013), saya masih di Bukapeta dan belum mandi xixixixi… :)

 

Administrasi Sederhana: Database, User untuk PostgreSQL

Uye uye… kali ini saya ingin membagikan pengetahuan tentang cara administrasi basisdata PostgreSQL yang akrab dengan nama panggilan postgre. Saya akan membahas mulai dari membuat user dengan role superuser, membuat database, membuat user dan memberi hak akses untuk database tersebut.

Administrasi database postgreSQL, membuat superuser, database, dan hak akses penggunanya

Logo PostgreSQL

Baik, pertama yakinkan anda sudah minum air putih terlebih dulu, karena air putih merupakan asupan cairan yang sangat bermanfaat bagi tubuh :). Kedua, pastikan database server postgre sudah terpasang di komputer Anda. Di bawah ini memang akan saya paparkan per-tahap administrasi postgre dengan command line intruction (cli). Kebetulan saya menggunakan OS Linux/Ubuntu 12.04.

Baiklah silakan baca selanjutnya ke bawah:

khayate@server:~$sudo su – postgres
Password:

kita masuk session sebagai superuser postgreSQL, default user adalah postgres

postgres@server:~$createuser -P -s -e dbadmin
Enter password for new role: contohpassword
Enter it again: contohpassword
CREATE ROLE dbadmin PASSWORD ‘contohpasswordterenkripsi’ SUPERUSER CREATEDB CREATEROLE INHERIT LOGIN;
CREATE ROLE

setelah masuk ke sesi postge, kita dapat membuat user baru. Di sini saya membuat user baru bernama “dbadmin” sebagai superuser, sekaligus menyetel kata sandi untuknya.

postgres@server:~$createdb lumbung

saya membuat database baru bernama “lumbung”

postgres@server:~$psql -d lumbung
psql (9.1.6)
Type “help” for help.

lalu saya masuk ke sesi database lumbung lewat PostgreSQL interactive terminal bernama psql, terminal untuk database postgre, nah kebetulan ada parameter database untuk “lumbung”

lumbung=#CREATE USER userlumbung WITH PASSWORD ‘passuser’;
CREATE ROLE
lumbung=#GRANT ALL PRIVILEGES ON DATABASE lumbung to userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL TABLES IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL SEQUENCES IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL FUNCTIONS IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT

Selanjutnya saya membuat user bernama “userlumbung” dengan kata sandi “passuser”. Nah terus kita perlu menentukan hak akses kepada user tersebut untuk bisa mengakses semua sumberdaya dalam database lumbung, mulai table, sequen, dan function pada database lumbung.

lumbung=#\q
postgres@server:~$exit
khayate@server:~$

Habis itu sudah deh, kita selesai membuat superuser, database baru beserta penggunanya.

Kesimpulannya adakah, eehhh adalah:

Kita punya akun superuser untuk DBMS postgreSQL kita
username: dbadmin
password: contohpassword

Kita punya database bernama “lumbung”, yang penggunanya adalah:
username: userlumbung
password: passuser

Baik, semoga bermanfaat bagi saya dan tentunya anda pembaca tulisan ini :)

——–
@khayate