Author Archives: khayate

Menyoal Akuntabilitas Vertikal dan Promosi Keterbukaan Desa

Akuntabilitas merupakan stempel atau penilaian terhadap individu, kelompok, institusi, organisasi, pemerintahan, mengenai predikat pertanggungjawaban. Akuntabel, kata yang kerap kita dengar ketika berbicara tentang pengelolaan keuangan. Sebagai contoh: Bupati memberikan penghargaan kepada Pemerintahan Desa Sukaramai karena Laporan Pertangggungjawaban (LPJ)-nya lengkap, akuntabel, dan sesuai standard keuangan pemerintahan. 

  • Apa saja ukuran akuntabilitas? 
  • Apakah predikat akuntabel hanya bisa diukur dari laporan pertanggungjawaban?

Yup, mari kita apresiasi pemerintahan desa yang sudah menyandang predikat akuntabel. Sembari mengapresiasi, mari kita periksa juga sejauh mana tingkat pengakuan akuntabilitas dari masyarakat desanya. Jangan-jangan selama ini kita masih mengira, bahwa ketika LPJ sudah disetujui inspektorat di kabupaten, maka pemerintah desa tersebut sudah akuntabel.

Bagaimana pengakuan masyarakat desa terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan pembangunan di desa. 

Transparan, sebuah kata benda yang seringkali diartikan seenaknya, jika ini dikaitkan dengan keterbukaan informasi publik di desa. Dengan alibi transparan (baca: tidak telanjang bulat), informasi tentang keuangan desa masih menjadi informasi yang ditutup-tutupi (dikecualikan). Saya yakin, banyak desa yang sudah mempublikasikan informasi keuangan desa. Contohnya publikasi keuangan desa meliputi besaran pendapatan dan belanja per tahun melalui laman web mau pun sosial media. Saya sangat mengapresiasi pemerintah desa yang berinisiatif memanfaatkan media informasi daring untuk publikasi informasi publik. Tapi kemudian, mari kita periksa apakah media informasi tersebut bisa menjangkau semua lapisan masyarakat yang ada di desa.

Akses masyarakat desa pada informasi publik yang harusnya bisa dijawab dengan pemakaian media infomasi yang tepat, segmented, menyesuaikan daya jangkau masyarakat.

Keterbukaan informasi publik merupakan pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat, bukan promosi. Pelayanan dulu, baru promosi. Artinya, akses masyarakat desa pada informasi publik tersebut menjadi bagian terpenting, apa pun medianya yang paling mudah dijangkau masyarakat. Menggelitik sekali jika ada desa sudah dikatakan transparan keren di jagad maya, tapi masyarakatnya belum tahu tentang konten yang dipublikasikan tersebut. Padahal, masyarakat desa yang paling berhak mengakses informasi publik desa, bukan netizen. Keterbukaan atau transparansi merupakan proses untuk memancing partisipasi masyarakat. Kemudian, masyarakat bisa menilai tingkat keterbukaan desa, apakah untuk pelayanan, atau promosi.

Beberapa keterangan di atas membuat saya menggambarkan urutan yang seharusnya tak dibolak-balik; transparan, partisipatif, dan akuntabel; akses informasi, akses anggaran/pembangunan, dan akses pertanggungjawaban. Keterbukaan informasi publik adalah pelayanan untuk masyarakat, bukan promosi. Prioritas akuntablitas desa adalah penilaian dan partisipasi masyarakat, bukan dokumen laporan pertanggungjawaban yang diberikan kepada pemerintah kabupaten.

#Demand #Teman

Mencari teman pada usia tak sekolah memang lebih menantang. Menantang atau sulit? kata yang lebih sederhana sebenarnya sulit. Teman kita butuhkan ketika kita butuh ngobrol tentang hal-hal yang sederhana sampai hal berat yang tak berhubungan dengan pekerjaan atau tanggung jawab yang lebih bersifat formal. Masa itu telah hilang, masa di mana kita masih terlalu sering bebuat hal-hal ringan dan menyenangkan.

Teman memang multi-role, terkadang bisa berperan menjadi kakak, menjadi adik, menjadi paman/bibi, bahkan bisa berperan menjadi pacar, tentu dengan batasannya masing-masing. Terkadang kita tak perlu menyaring apa yang kita keluhkan, apa yang ingim kita rahasiakan. Teman(baca: sahabat) mempunyai sistem filternya sendiri.

Aku masih butuh teman untuk sekedar membicarakan hal ringan, menemani makan malam, bahkan berdebat tentang hal-hal yang prinsipil. Sesungguhnya tak ada persyaratan yang berat untuk berteman, yang penting masih bisa melakukan hal gila bersama, saling memaki, dan menyayangi satu sama lain.

Aku butuh teman makan malam.

Yogyakarta, 22 Maret 2016

chattr, Proteksi Berkas atau Direktori di Linux

Kita bisa melindungi direktori kita supaya siapa pun tidak boleh menambah direktori apapun di dalam dorektori kita. anggap saja direktori kita terlindungi atau protected. Hal ini perlu kita lakukan pada direktori web kita yang terpasang di server. Sebagai contoh kita punya direktori ‘/home/fata/webapps/’, kita buat aturan supaya di dalam direktori ‘/home/fata/webapps/’ tidak boleh ada penambahan direktori atau file/berkas apa pun. Maka kita bisa jalankan perintah di terminal, berikut:

chattr +i /home/fata/webapps/

Jika kita mau membuka proteksi direktori tersebut supaya bisa ditulisi, makan silakan jalankan perintah:

chattr -i /home/fata/webapps/

Berikan opsi +i untuk proteksi, atau -i untuk membuka proteksi. Jangan lupa sertai tanda / (slash) jika proteksi untuk direktori. Lebih lengkap tentang chattr silakan rujuk ke http://linux.die.net/man/1/chattr

Serangan Kehilangan

Cukup sedih juga karena beberapa tulisan di tahun 2015 hilang dalam blog ini. Hal itu disebabkan adanya serangan orang tak bertanggungjawab ke server kita. Selanjutnya semoga server aman sentosa. Aku bisa nulis lagi tentang apa saja yang bisa dibagi.

Kehilangan tak perlu diratapi, biar ini jadi urusanku.

Membuat Template PostGIS

PostGIS sangat powerfull untuk mendukung aplikasi pemetaan atau Geographic Information System (GIS). Seringkali kita males repot-repot konfigurasi postgis dalam database yang kita buat. Nah, untuk memudahkan ketika membuat database yang otomatis terkonfigurasi postgis, kita perlu membuat template database berkarakteristik postgis. Cara ini digunakan untuk postgis versi 2 ke atas.

Begini caranya:

  1. Masuk ke terminal konsol
  2. Masuk sebagai user postgres:

    $su – postgres

  3. Buat template postgis

    $createdb -E UTF8 template_postgis2
    $createlang -d template_postgis2 plpgsql
    $psql -d postgres -c “UPDATE pg_database SET datistemplate=’true’ WHERE datname=’template_postgis2′;”
    $psql -d template_postgis2 -c “CREATE EXTENSION postgis;”
    $psql -d template_postgis2 -c “GRANT ALL ON geometry_columns TO PUBLIC;”
    $psql -d template_postgis2 -c “GRANT ALL ON geography_columns TO PUBLIC;”
    $psql -d template_postgis2 -c “GRANT ALL ON spatial_ref_sys TO PUBLIC;”

  4. Siap untuk membuat database dengan template postgis:

    $createdb namadatabase -T template_postgis2

     

Nah, kita sekarang sudah mempunyai database ‘namadatabase’ yang sudah terdapat postgis di dalamnya.

Semoga bermanfaat,

Perankan Mbah Gopar dalam Teater Sanggar Nggepok

Pengalaman latihan dan bermain teater pertamaku ya di Sanggar Nggepok. Teater yang menjalani titah naskah cerpen kawanku yang bernama Syaifur Rohman, atau yang akrab dipanggil Asep. Cerpen itu berjudul Perempuan Cahaya Dunia yang dipentaskan pada 21 April 2014, bertepatan dengan hari Kartini.

Mbah Gopar dalam Teater Perempuan Cahaya Dunia - Sanggar Nggepok

Mbah Gopar dalam Teater Perempuan Cahaya Dunia – Sanggar Nggepok

Sanggar Nggepok, terlintas nuansa negatif ketika kita mengerti apa arti kata Nggepok. Nggepok berasal dari bahasa Jawa yang bermakna enggan, males banget, pemalas, ogah-ogahan. Halah kita gak bahas Sanggar Nggepok lebih dalam di sini, pokoknya Sanggar Nggepok itu tempat kumpulnya anak-anak Cilacap yang masih di Jogja terutama yang koplak yang pengin mengkreasikan seni budaya daerah.

Dua minggu sebelum pentas, baru diadakan seleksi/casting pemeran teater, akhirnya aku lolos seleksi memerankan Mbah Gopar, sosok sederhana yang suka membaca dan menonton berita, dan suka bercanda. Mbah Gopar di sini berperan sebagai pemecah persoalan yang dihadapi Partinah dan Peang.

Berikut sinopsis teater bertajuk Perempuan Cahaya Dunia:

Peran perempuan dalam memajukan peradaban masyarakat kita terkadang tersamarkan oleh “kegarangan” laki-laki dan oleh kelembutan perempuan sendiri. Sebenarnya dalam kelembutanya, perempuan dalam hal tertentu lebih kuat dari laki-laki, begitu juga dalam hal pemikiran, Perempuan terkadang juga lebih maju dan rasional dari laki-laki. Partinah seorang perempuan desa dalam keadaan kekurangan secara finansial masih memiliki cita-cita yang tinggi agar anaknya Bonang bisa melanjutkan pendidikanya sampai kuliah. Tetapi keinginanya untuk bekerja membantu suaminya tidak serta-merta diijinkan oleh suaminya yang masih berfikiran “kolot”. Apakah Partinah akhirnya diijinkan untuk bekerja oleh suaminya? Bagaimanakah tanggapan orang-orang disekitar Partinah?

Jika pengin lihat dokumentasi pentas teaternya, tonton aja videonya di kanal youtube Sanggar Nggepok atau tonton pada video yang sudah disematkan di bawah ini:

Mengizinkan Contributor Unggah Media di WordPress

Pada Content Management System (CMS) WordPress terdapat beberapa tingkatan pengguna, yaitu Subscriber, Contributor, Author, Editor, dan Administrator. Secara bawaan (default), Contributor tidak diizinkan untuk mengunggah media (gambar, audio, video, dokumen). Untuk mengizinkan Contributor dapat mengungggah media, silakan sunting berkas function.php yang terletak pada direktori themes anda.

Sebagai contoh, themes yang anda punya bernama twentyten. Maka sunting berkas /wp-content/themes/twentyten/function.php dan tambahkan kode berikut pada akhir baris:

if ( current_user_can('contributor') && !current_user_can('upload_files') )
	add_action('admin_init', 'allow_contributor_uploads');

function allow_contributor_uploads() {
	$contributor = get_role('contributor');
	$contributor->add_cap('upload_files');
}

Selanjutnya, setelah anda menyimpan berkas tersebut, maka Contributor sudah bisa mengunggah media. Selamat berkarya.

Mind Map: Profil Desa untuk Arah Kebijakan

Negara ini butuh banyak sekali data untuk menentukan arah kebijakan. Bisa dibilang mau dibawa kemana nasib bangsa ini. Nah, untuk menjawab pelbagai persoalan yang ada di negara ini, pemerintah perlu tahu apa saja potensi dan permasalahan yang ada di setiap wilayah. Untuk itu, pemerintah mempunyai gagasan untuk memetakan profil desa.

Sebentar, apa saja sih yang ada dalam profil desa. Kalau menurut buku yang saya pegang, “Manual Kuesioner Profil Desa dan Kelurahan” terbitan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Dirjen PMD Kemendagri) 2013, Profil Desa berisi:

  1. Potensi Desa dan Kelurahan
  2. Tingkat Perkembangan Desa dan Kelurahan

Indonesia mempunyai 75,278 (tujuh puluh lima ribu dua ratus tujuh puluh delapan) desa yang perlu dipetakan satu-persatu, tentunya secara partisipatif. Hingga kini, penyusunan profil desa masih dilakukan secara manual (berbasis kertas) oleh pemerintahan desa, tentunya banyak kendala untuk bisa tersusun data yang rapi dengan banyaknya data yang saling terhubung. Bisa dibayangkan seperti pohon beringin yang mempunyai banyak cabang dan ranting hingga akar yang menjalar ke mana-mana.

Dijitalisasi dan integrasi data profil desa seluruh Indonesia menjadi usulan yang penting untuk diperhatikan. Ketika desa bisa menyusun dan mengintegrasikan data profil desa, tentunya desa lebih mudah dalam merencanakan program pembangunan yang tepat sasaran, apalagi dengan kekuatan  Undang-Undang Desa yang akan lahir Desember ini (2013). Semoga saja, data lintas isu tersebut tidak diperjualbelikan ke agen asing yang suka mengintervensi kebijakan di negara kita. Hahahaa… hal itu memang sudah santer terdengar di telinga saya.

Proses penyusunan, dijitalisasi dan integrasi data profil desa pasti melibatkan banyak pihak supaya nanti, hasilnya juga bisa diterima semua masyarakat yang beraneka ragam. Nah, untuk itu mari berdiskusi tentang skema profil desa yang sudah ada sekarang dan bagaimana cara yang paling tepat untuk pengisian dan pengintegrasiannya.

Pemetaan profil desa bisa dilihat di Mind Map Profil Desa (klik tautan). Setelah klik tautan tersebut, Anda bisa melihat beberapa item yang perlu dibereskan oleh pemerintah desa, kemudian muncullah ide-ide Anda untuk menyelesaikannya. Infografik Mind Map Profil Desa tersebut saya susun berbentuk struktur pohon, supaya mata dan pikiran kita semakin mudah menelaahnya.

NB: Kami akan bahas lebih lanjut hal ini melalui pertemuan terbatas Gerakan Desa Membangun pada 17/11/2013 di Jogja, yang tertarik boleh bergabung.

UPDATE: 27 Maret 2014

Kawan-kawan bisa mengunduh berkas mind map profil desa di sini