Category Archives: Pengalaman Pribadi

Perjalanan ke Palangka Raya untuk Lokakarya Pengembangan Mitra 1.0

Cetak Layar aplikasi Mitra 1.0Pada 14-17 Oktober 2011, kami Muhammad Irsyadul Ibad (27) dan Muhammad Khayat (24), melakukan perjalanan ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Tujuan perjalanan kami untuk memfasilitasi lokakarya pengembangan sistem Mitra 1.0, sebuah aplikasi untuk pemantauan REDD+ dan lingkungan hidup. Mitra 1.0 diharapkan dapat menjadi media pengelolaan informasi tentang hutan dan lingkungan hidup berbasis pesan singkat (SMS).Perjalanan berawal dari kantor Infest yang beralamat di Jl. Veteran Gg. Janur Kuning 591 A Umbulharjo, Yogyakarta menggunakan jasa taksi menuju Bandar Udara Adisutcipto. Continue reading

Install GeoServer di Ubuntu 10.04

Setelah aku coba dengan bebagai cara, akhirnya aku menemukan cara yang paling praktis untuk memasang/mengintall geoserver di Ubuntu. Kebetulan server yang kupasang berada di Bogor sedangkan aku berada di Yogyakarta. Jadi, cukup dengan akses jarak jauh/remote access untuk menginstallnya.

GeoServer adalah sebuah perangkat lunak mapserver yang open source ditulis di dalam bahasa pemrograman JAVA yang memungkinkan pengguna untuk berbagi dan mengedit data geospatial. Dirancang untuk interoperabilitas, menyajikan data dari semua sumber data spatial utama dengan menggunakan standar terbuka.

Karena menjadi proyek berbasis komunitas, GeoServer dikembangkan, diuji, dan didukung oleh berbagai kelompok individu dan organisasi dari seluruh dunia.

GeoServer adalah implementasi referensi dari Open Geospatial Consortium (OGC) Web Feature Service (WFS) dan Web Coverage Service (WCS) standar, serta telah memenuhi persyaratan bersertifikat Web Map Service (WMS). GeoServer menitikberatkan pada kemudahan penggunaan dan standar dalam menyajikan data geospatial lewat web.

Oke, nggak usah kebanyakan pengantarnya, langsung saja ke pokok permasalahan. Di bawah ini akan kuberikan tahapan instalasi geoserver di Ubuntu 10.04. Continue reading

Install Driver Wireless D-LINK di Ubuntu

Install Driver USB Wireless D-Link DWA 125 di Ubuntu

USB Wireless D-Link DWA 125

Cerita berawal dari rekan saya bernama Cak Usman yang mengeluh setelah menginstall Ubuntu 10.04/Lucid. Beliau punya wireless card yang punya merk dagang D-Link DWA-125 memakai port USB. Saya berucap dalam benak “Wah tantangan nih, pokoknya harus bisa”.

Setelah browsing dan mencoba-coba beberapa langkah yang disarankan kawan-kawan di forum Ubuntu, hasilnya gatot  (  g a g a l  t o t a l  ). Akhirnya, setelah sekitar 2 jam, saya menemukan aplikasi install driver instan. Kaya apa, kasih tahu gak yah . . . .

Ok, saya kasih tahu, ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Download aplikasi install driver instan disini >>
  2. Pastikan USB Wireless tadi belum/tidak terpasang di komputer. Kalau terpasang, segera unplug USB Wirelessnya.
  3. Ekstrak file yang didownload tadi, misal dengan perintah:
    $zip driver_dwa140b2.zip
  4. Setelah diekstrak, jalankan file  dwa140b2.sh dengan perintah : $./dwa140b2.sh Continue reading

Lagi, Pertama naik Pesawat

Judul di atas maksudnya mengalami hal pertama lagi dalam hidupku yaitu pertama kali naik pesawat, setelah kemarin aku nulis pertama ke Jakarta naik kereta. Mungkin agak norak atau katrok bagi Anda/kalian yang sudah beberapa kali naik pesawat bahkan sering, tapi menurutku ini adalah pengalaman yang cukup mengesankan.

Sebenarnya agak telat aku menceritakan cerita ini, karena kejadian ini sudah setengah bulan yang lalu tepatnya 11/12/2010.  Hari itu adalah hari dimana aku dan kawan-kawan pulang ke Jogja setelah menjalani beberapa rangkaian acara di Jakarta terkait ulang tahun Yayasan Tifa ke-10. Kami bertiga (Saya, Bung Lamuk, Kang Inyong) berangkat dari tempat menginap kami naik Bis Damri menuju Bandara Internasional Sukarno Hatta. Kami berangkat pukul 13.00 WIB, sampai di Bandara pukul 15.00 WIB, sementara jam penerbangan kami pukul 17.00 WIB. Kami menunggu sekitar 2 jam di Bandara. Setelah mengurus tiket, bagasi dan airport tax kami masuk ke pesawat yang bernama Lion. Continue reading

Uji Coba Konverensi Video Pegiat Buruh Migran

Ruang Bima Hotel Bidakara

Ruang Bima Hotel Bidakara

Rabu pagi (08/12/2010) kami bertiga (Saya, Kang Inyong, dan Kang Lamuk) jalan kaki dari Kantor Yayasan Air Putih Jakarta ke Jalan Raya mencari taxi untuk mengantar kami ke salah satu hotel berbintang empat di daerah menteng, Jakarta Pusat yaitu Hotel Bidakara. Kami pergi ke Hotel tersebut untuk survey tempat dan uji coba konferensi video tentang buruh migran antara Jakarta(Yayasan Tifa), Cilacap (PTK Mahnettik Cilacap), Malang (PTK Mahnettik Malang), dan Sukabumi (PTK Mahnettik Sukabumi). Beberapa PTK tersebut merupakan wadah untuk pegiat pemberdayaan buruh migran yang terjaring dengan Yayasan Tifa.

Konferensi video tersebut bermaksud menghubungkan pembicara, dalam hal ini adalah pimpinan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dengan pegiat-pegiat pemberdayaan buruh migran untuk mendiskusikan perlindungan dan pemberdayaan buruh migran Indonesia. Konverensi video menggunakan aplikasi sumber terbuka Openmeetings yang dipasang pada server yang beralamat http://203.34.119.117:5080/openmeetings.

Continue reading

Pertama ke Jakarta, Pertama Naik Kereta Eksekutif

Bundaran Hotel Indonesia, Patung selamat Datang, khayat, blog khayat, welcome Jakarta, Jakarta pertama kali, pertama naik kereta eksekutif

Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta

Selasa sore (06/12/2010) aku dibelikan tiket kereta kelas eksekutif oleh rekanku Bung Lamuk. Tiket jurusan Jogja-Jakarta itu adalah tiket terakhir yang tersedia untuk pemberangkatan malam itu, itu pun tiket pesanan yang tidak jadi diambil oleh pemesan. Tiket kereta kelas eksekutif Bima itu didapat pada 19.05 WIB.

Tiket sudah aku pegang, tapi pemberangkatan ular besi (kereta api)  itu pukul 22.10 WIB. Daripada nunggu lama di stasiun, aku putuskan mampir dulu ke tempat temenku Gus Lutfi(24) di daerah Krapyak, Yogyakarta. Setelah ngobrol untuk membuang waktu yang tersisa di Yogyakarta bersama Gus Lutfi, pukul 21.15 aku diantarkan ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Sesampainya di Stasiun, aku menyalakan rokok Marlboro dengan korek kesayanganku pinjaman dari Bung Cito (25), oh ya sebelumnya aku ucapin terimakasih dong sama Gus Lutfi yang setia menampungku selama 2 jam di kosnya, menemani aku ngobrol dan mengantarkan aku sampai stasiun walau pun sambil grimisan, “Maturnuwun Gus Lutfi . . .” Continue reading