Category Archives: Server

chattr, Proteksi Berkas atau Direktori di Linux

Kita bisa melindungi direktori kita supaya siapa pun tidak boleh menambah direktori apapun di dalam dorektori kita. anggap saja direktori kita terlindungi atau protected. Hal ini perlu kita lakukan pada direktori web kita yang terpasang di server. Sebagai contoh kita punya direktori ‘/home/fata/webapps/’, kita buat aturan supaya di dalam direktori ‘/home/fata/webapps/’ tidak boleh ada penambahan direktori atau file/berkas apa pun. Maka kita bisa jalankan perintah di terminal, berikut:

chattr +i /home/fata/webapps/

Jika kita mau membuka proteksi direktori tersebut supaya bisa ditulisi, makan silakan jalankan perintah:

chattr -i /home/fata/webapps/

Berikan opsi +i untuk proteksi, atau -i untuk membuka proteksi. Jangan lupa sertai tanda / (slash) jika proteksi untuk direktori. Lebih lengkap tentang chattr silakan rujuk ke http://linux.die.net/man/1/chattr

Serangan Kehilangan

Cukup sedih juga karena beberapa tulisan di tahun 2015 hilang dalam blog ini. Hal itu disebabkan adanya serangan orang tak bertanggungjawab ke server kita. Selanjutnya semoga server aman sentosa. Aku bisa nulis lagi tentang apa saja yang bisa dibagi.

Kehilangan tak perlu diratapi, biar ini jadi urusanku.

Administrasi Sederhana: Database, User untuk PostgreSQL

Uye uye… kali ini saya ingin membagikan pengetahuan tentang cara administrasi basisdata PostgreSQL yang akrab dengan nama panggilan postgre. Saya akan membahas mulai dari membuat user dengan role superuser, membuat database, membuat user dan memberi hak akses untuk database tersebut.

Administrasi database postgreSQL, membuat superuser, database, dan hak akses penggunanya

Logo PostgreSQL

Baik, pertama yakinkan anda sudah minum air putih terlebih dulu, karena air putih merupakan asupan cairan yang sangat bermanfaat bagi tubuh :). Kedua, pastikan database server postgre sudah terpasang di komputer Anda. Di bawah ini memang akan saya paparkan per-tahap administrasi postgre dengan command line intruction (cli). Kebetulan saya menggunakan OS Linux/Ubuntu 12.04.

Baiklah silakan baca selanjutnya ke bawah:

khayate@server:~$sudo su – postgres
Password:

kita masuk session sebagai superuser postgreSQL, default user adalah postgres

postgres@server:~$createuser -P -s -e dbadmin
Enter password for new role: contohpassword
Enter it again: contohpassword
CREATE ROLE dbadmin PASSWORD ‘contohpasswordterenkripsi’ SUPERUSER CREATEDB CREATEROLE INHERIT LOGIN;
CREATE ROLE

setelah masuk ke sesi postge, kita dapat membuat user baru. Di sini saya membuat user baru bernama “dbadmin” sebagai superuser, sekaligus menyetel kata sandi untuknya.

postgres@server:~$createdb lumbung

saya membuat database baru bernama “lumbung”

postgres@server:~$psql -d lumbung
psql (9.1.6)
Type “help” for help.

lalu saya masuk ke sesi database lumbung lewat PostgreSQL interactive terminal bernama psql, terminal untuk database postgre, nah kebetulan ada parameter database untuk “lumbung”

lumbung=#CREATE USER userlumbung WITH PASSWORD ‘passuser’;
CREATE ROLE
lumbung=#GRANT ALL PRIVILEGES ON DATABASE lumbung to userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL TABLES IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL SEQUENCES IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL FUNCTIONS IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT

Selanjutnya saya membuat user bernama “userlumbung” dengan kata sandi “passuser”. Nah terus kita perlu menentukan hak akses kepada user tersebut untuk bisa mengakses semua sumberdaya dalam database lumbung, mulai table, sequen, dan function pada database lumbung.

lumbung=#\q
postgres@server:~$exit
khayate@server:~$

Habis itu sudah deh, kita selesai membuat superuser, database baru beserta penggunanya.

Kesimpulannya adakah, eehhh adalah:

Kita punya akun superuser untuk DBMS postgreSQL kita
username: dbadmin
password: contohpassword

Kita punya database bernama “lumbung”, yang penggunanya adalah:
username: userlumbung
password: passuser

Baik, semoga bermanfaat bagi saya dan tentunya anda pembaca tulisan ini :)

——–
@khayate

Setting Waktu di CentOS

Sekedar pengin meninggalkan jejak tentang cara set waktu di CentOS

#date
Thu Oct 11 08:43:35 WIT 2012    <<~ waktu masih salah padahal timezone-nya udah bener

Mari eksekusi

#echo 1 > /proc/sys/xen/independent_wallclock

#rm -f /etc/localtime

#ln -s /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime

#date
Thu Oct 11 00:41:18 WIT 2012    <<~ waktu sudah betul sesuai timezone

Semoga bermanfaat, khususnya bagi yang nulis 😀 umumnya bagi ente yang mbaca ini

Install GeoServer di Ubuntu 10.04

Setelah aku coba dengan bebagai cara, akhirnya aku menemukan cara yang paling praktis untuk memasang/mengintall geoserver di Ubuntu. Kebetulan server yang kupasang berada di Bogor sedangkan aku berada di Yogyakarta. Jadi, cukup dengan akses jarak jauh/remote access untuk menginstallnya.

GeoServer adalah sebuah perangkat lunak mapserver yang open source ditulis di dalam bahasa pemrograman JAVA yang memungkinkan pengguna untuk berbagi dan mengedit data geospatial. Dirancang untuk interoperabilitas, menyajikan data dari semua sumber data spatial utama dengan menggunakan standar terbuka.

Karena menjadi proyek berbasis komunitas, GeoServer dikembangkan, diuji, dan didukung oleh berbagai kelompok individu dan organisasi dari seluruh dunia.

GeoServer adalah implementasi referensi dari Open Geospatial Consortium (OGC) Web Feature Service (WFS) dan Web Coverage Service (WCS) standar, serta telah memenuhi persyaratan bersertifikat Web Map Service (WMS). GeoServer menitikberatkan pada kemudahan penggunaan dan standar dalam menyajikan data geospatial lewat web.

Oke, nggak usah kebanyakan pengantarnya, langsung saja ke pokok permasalahan. Di bawah ini akan kuberikan tahapan instalasi geoserver di Ubuntu 10.04. Continue reading