Category Archives: Unik

Petualangan ke Palangka Raya Berujung di Sungai Kahayan

Senengnya selama 4 hari (6-9/02/2013) di Palangka Raya. Rasanya waktu begitu cepat terlewat. Seneng karena aku bertemu dengan banyak kawan-kawan yang punya semangat belajar tingkat tinggi. Kawan-kawan pemerhati lingkungan dari kampung-kampung pedalaman di Kalimantan, tepatnya Kalimantan Tengah (Kalteng).
Continue reading

Lagi, Pertama naik Pesawat

Judul di atas maksudnya mengalami hal pertama lagi dalam hidupku yaitu pertama kali naik pesawat, setelah kemarin aku nulis pertama ke Jakarta naik kereta. Mungkin agak norak atau katrok bagi Anda/kalian yang sudah beberapa kali naik pesawat bahkan sering, tapi menurutku ini adalah pengalaman yang cukup mengesankan.

Sebenarnya agak telat aku menceritakan cerita ini, karena kejadian ini sudah setengah bulan yang lalu tepatnya 11/12/2010.  Hari itu adalah hari dimana aku dan kawan-kawan pulang ke Jogja setelah menjalani beberapa rangkaian acara di Jakarta terkait ulang tahun Yayasan Tifa ke-10. Kami bertiga (Saya, Bung Lamuk, Kang Inyong) berangkat dari tempat menginap kami naik Bis Damri menuju Bandara Internasional Sukarno Hatta. Kami berangkat pukul 13.00 WIB, sampai di Bandara pukul 15.00 WIB, sementara jam penerbangan kami pukul 17.00 WIB. Kami menunggu sekitar 2 jam di Bandara. Setelah mengurus tiket, bagasi dan airport tax kami masuk ke pesawat yang bernama Lion. Continue reading

Pertama ke Jakarta, Pertama Naik Kereta Eksekutif

Bundaran Hotel Indonesia, Patung selamat Datang, khayat, blog khayat, welcome Jakarta, Jakarta pertama kali, pertama naik kereta eksekutif

Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta

Selasa sore (06/12/2010) aku dibelikan tiket kereta kelas eksekutif oleh rekanku Bung Lamuk. Tiket jurusan Jogja-Jakarta itu adalah tiket terakhir yang tersedia untuk pemberangkatan malam itu, itu pun tiket pesanan yang tidak jadi diambil oleh pemesan. Tiket kereta kelas eksekutif Bima itu didapat pada 19.05 WIB.

Tiket sudah aku pegang, tapi pemberangkatan ular besi (kereta api)  itu pukul 22.10 WIB. Daripada nunggu lama di stasiun, aku putuskan mampir dulu ke tempat temenku Gus Lutfi(24) di daerah Krapyak, Yogyakarta. Setelah ngobrol untuk membuang waktu yang tersisa di Yogyakarta bersama Gus Lutfi, pukul 21.15 aku diantarkan ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Sesampainya di Stasiun, aku menyalakan rokok Marlboro dengan korek kesayanganku pinjaman dari Bung Cito (25), oh ya sebelumnya aku ucapin terimakasih dong sama Gus Lutfi yang setia menampungku selama 2 jam di kosnya, menemani aku ngobrol dan mengantarkan aku sampai stasiun walau pun sambil grimisan, “Maturnuwun Gus Lutfi . . .” Continue reading