Kicauan: Kisah #piknik di @desagiritirta

Berikut saya lampirkan beberapa kicauan saya saat #piknik di @desagiritirta

Terimakasih, silakan berkunjung ke desa Giritirta. Dijamin gak bakalan nyesel


@khayate

Giritirta, Tempat Piknik Hot dan Sexy

Pada 2-3 November 2013, saya #piknik ke salah satu desa yang hot dan sexy. Mengapa saya sebut SEXY, karena pemandangan alamnya yang sangat indah. Saya bilang HOT karena di desa Giritirta terdapat banyak sumber air panas. Desa ini mempunyai dua lokasi curug (air terjun), Curug Serawu dan Genting. Namanya saja Giritirta, diambil dari kata Giri (berarti: Gunung) dan Tirta (berarti: Air), bisa dibilang desa pegunungan dengan sumber air melimpah. Curug dengan air dingin juga hangat. Asyik banget kan?

Curug Serawu - @desagiritirta

Curug Genting – @desagiritirta

Curug Genting - @desagiritirta

Curug Merawu – @desagiritirta

Dua Curug tersebut airnya dingin, ada lagi loh… curug yang airnya hangat, cocok banget untuk hilangkan stress.

Curug air hangat di dekat Curug Genting

Curug air hangat di dekat Curug Merawu (50 meter dari Curug Merawu)

Curug air hangat dekat Curug Genting (85 meter dari Curug Genting)

Curug air hangat dekat Curug Genting (85 meter dari Curug Genting) – Foto: giritirta.desa.id

Tempat berendam air hangat, lokasinya dekat Curug Serawu

Tempat berendam air hangat, lokasinya dekat Curug Serawu

 

Desa yang termasuk di kecamatan Pejawaran, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ini sering dijadikan Camping Ground, kita juga berkemah disitu menginap satu malam.

Camping Ground @desagiritirta - Tempat berkemah yang sangat asyik

Camping Ground @desagiritirta – Tempat berkemah yang sangat asyik

Pokoknya sepulang piknik dari desa Giritirta, saya jamin pikiran segar, badan sehat dan semakin enak buat orgasme ide. Selengkapnya tentang desa Giritirta bisa klik giritirta.desa.id

 

 

Ngantor di Tempat Dewa Peta

Sejak 15/03/2013 saya masih numpang ngantor di tempatnya para dewa peta Indonesia. Rumah yang terletak di daerah Ciganjur, Jakarta Selatan ini difungsikan sebagai kantor Bukapeta. Mungkin anda bisa mampir ke bukapeta.com untuk melihat salah satu kreativitas mereka.

Kantor Bukapeta tampak dari depan

Kantor Bukapeta tampak dari depan

Hahaaa…. sudah lima hari saya numpang tidur, ngopi, duduk ngoprek di markas atau kantornya Bukapeta. Misinya sih nyuri pengetahuan mereka tentang pemetaan, lebih teknisnya tentang Geographical Information System (GIS). Saya sangat tertarik belajar pemetaan mulai dari dasar ilmu geografi sampai teknologi pemanfaatan GIS supaya menjadi lebih bermanfaat dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Abe : salah satu penggiat Bukapeta

Abe : salah satu penggiat Bukapeta

Saat hari pertama datang ke Bukapeta (tepatnya seusai sholat jum’at; tapi saya gak sholat jum’at hehee… karena masih di jalan), saya langsung diminta berbagi pengetahuan tentang penggunaan Yii Framework untuk pengembangan sistem. “Oke … siap pak boss, mari kita workshop”, begitu kata saya :). Belajar Yii sampai malam dan diakhiri dengan makan bebek bakar bersama.

Asyiknya  saling berbagi pengetahuan, “Ane dapet ilmu dari kalian, dan kalian juga bisa dapet ilmu dari ane, saling nyuri kita hahaa… :)

Bukapeta itu sekumpulan anak muda (soalnya gak ada ceweknya, kalo ada pasti bisa saya sebut muda mudi :)) yang berlatar belakang keilmuwan geografi dari Universitas Indonesia (UI). Mereka sekarang sedang menyiapkan peluncuran bukapeta.com versi 3, sebuah aplikasi social blogging untuk masyarakat. Pokoknya mereka luar biasa deh… anak muda yang mempunyai visi berbagi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Para pegiat Bukapeta sedang mendiskusikan peluncuran bukapeta.com versi 3.0

Para pegiat Bukapeta sedang mendiskusikan peluncuran bukapeta.com versi 3.0. — Danu, Dedi

 

Selain misi saya belajar peta, saya juga mencoba mengawinkan aplikasi Bukapeta dengan aplikasi LumbungKu/MitraDesa. Lagi-lagi perkawinan aplikasi itu untuk masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat perdesaan Indonesia. Soalnya saat kita ngomongin desa, pasti kita ngomongin Indonesia. Indonesia gak ada, jika desa juga gak ada :)

Mari kawan-kawan kita membangun Indonesia dimulai dari membagi apa yang kita bisa. Karena yang membuat kita nyaman, yaitu bermanfaat bagi orang lain.

Terimakasih mas Danu, Satrio (Jaim), Kumbang, Abe, Ketu, Koi, Dedi, Bibit dan kawan-kawan. Mari tersenyum :)

— @khayate

Saat tulisan ini ditulis (18/03/2013), saya masih di Bukapeta dan belum mandi xixixixi… :)

 

Administrasi Sederhana: Database, User untuk PostgreSQL

Uye uye… kali ini saya ingin membagikan pengetahuan tentang cara administrasi basisdata PostgreSQL yang akrab dengan nama panggilan postgre. Saya akan membahas mulai dari membuat user dengan role superuser, membuat database, membuat user dan memberi hak akses untuk database tersebut.

Administrasi database postgreSQL, membuat superuser, database, dan hak akses penggunanya

Logo PostgreSQL

Baik, pertama yakinkan anda sudah minum air putih terlebih dulu, karena air putih merupakan asupan cairan yang sangat bermanfaat bagi tubuh :). Kedua, pastikan database server postgre sudah terpasang di komputer Anda. Di bawah ini memang akan saya paparkan per-tahap administrasi postgre dengan command line intruction (cli). Kebetulan saya menggunakan OS Linux/Ubuntu 12.04.

Baiklah silakan baca selanjutnya ke bawah:

khayate@server:~$sudo su – postgres
Password:

kita masuk session sebagai superuser postgreSQL, default user adalah postgres

postgres@server:~$createuser -P -s -e dbadmin
Enter password for new role: contohpassword
Enter it again: contohpassword
CREATE ROLE dbadmin PASSWORD ‘contohpasswordterenkripsi’ SUPERUSER CREATEDB CREATEROLE INHERIT LOGIN;
CREATE ROLE

setelah masuk ke sesi postge, kita dapat membuat user baru. Di sini saya membuat user baru bernama “dbadmin” sebagai superuser, sekaligus menyetel kata sandi untuknya.

postgres@server:~$createdb lumbung

saya membuat database baru bernama “lumbung”

postgres@server:~$psql -d lumbung
psql (9.1.6)
Type “help” for help.

lalu saya masuk ke sesi database lumbung lewat PostgreSQL interactive terminal bernama psql, terminal untuk database postgre, nah kebetulan ada parameter database untuk “lumbung”

lumbung=#CREATE USER userlumbung WITH PASSWORD ‘passuser’;
CREATE ROLE
lumbung=#GRANT ALL PRIVILEGES ON DATABASE lumbung to userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL TABLES IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL SEQUENCES IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT
lumbung=#GRANT ALL ON ALL FUNCTIONS IN SCHEMA public TO userlumbung;
GRANT

Selanjutnya saya membuat user bernama “userlumbung” dengan kata sandi “passuser”. Nah terus kita perlu menentukan hak akses kepada user tersebut untuk bisa mengakses semua sumberdaya dalam database lumbung, mulai table, sequen, dan function pada database lumbung.

lumbung=#\q
postgres@server:~$exit
khayate@server:~$

Habis itu sudah deh, kita selesai membuat superuser, database baru beserta penggunanya.

Kesimpulannya adakah, eehhh adalah:

Kita punya akun superuser untuk DBMS postgreSQL kita
username: dbadmin
password: contohpassword

Kita punya database bernama “lumbung”, yang penggunanya adalah:
username: userlumbung
password: passuser

Baik, semoga bermanfaat bagi saya dan tentunya anda pembaca tulisan ini :)

——–
@khayate

Rapuh atau Terpuruk di Februari?

Februari 2013 mungkin menjadi bulan yang rapuh bagi saya. Bulan di mana saya merasa gagal menjadi diri sendiri. Saya sudah menjanjikan sesuatu kepada manusia bernama Muhammad Khayat, tapi dirasa belum bisa memnuhi janji itu. Pergulatan rasa jiwa dan raga bercampur meracuni imaji. Saya merasa rapuh di Februari ini.

Rapuh karena timeline produktivitas terganjal sesuatu rasa di raga ini. Mungkin soal pola hidup, mungkin juga soal rasa yang menggumpal dalam tubuh ini. Saya pernah menuliskan tentang resolusi WOW 2013, tetapi sudah berjalan dua bulan, saya sudah merasa gagal. Belum jelas apa yang membuat saya merasa gagal menjalani resolusi hidup saya di tahun ini.

Saat sedikit kebahagiaan menghampiri di awal Februari, itu hanya menjadi tumpuan ganjalan bersarang. Ganjalan yang secara sistemik menjalar ke berbagai lini kehidupan saya. Beriringan dengan pergantian hari di Februari ini, fisik ini mengalami degradasi. Ah, semoga ini dari faktor psikis aja bukan murni fisik.

Tahun 2013 belum berakhir, bahkan baru pada titik permulaan. Mungkin saya hanya bisa menuliskan kicauan di sini. Yah, tempat kicauan yang mungkin tak peduli hanya menjadi konsumsi saya pribadi. Tak peduli anggapan bahwa ini keluhan, umpatan atau apapun. Tapi singkat kata, saya harus bisa melawan keterpurukan ini.

Mungkin dengan menyanyi saya bisa move on:

“Lonely Day”

Such a lonely day
And it’s mine
The most loneliest day of my life

Such a lonely day
Should be banned
It’s a day that I can’t stand

The most loneliest day of my life
The most loneliest day of my life

Such a lonely day
Shouldn’t exist
It’s a day that I’ll never miss
Such a lonely day
And it’s mine
The most loneliest day of my life

And if you go, I wanna go with you
And if you die, I wanna die with you

Take your hand and walk away

The most loneliest day of my life
The most loneliest day of my life
The most loneliest day of my life
Life

Such a lonely day
And it’s mine
It’s a day that I’m glad I survived

Hidup ini indah, masa muda apa lagi. Kita harus tetap merasa muda untuk tetap bisa menjalani tantangan yang diberikan Tuhan.

Petualangan ke Palangka Raya Berujung di Sungai Kahayan

Senengnya selama 4 hari (6-9/02/2013) di Palangka Raya. Rasanya waktu begitu cepat terlewat. Seneng karena aku bertemu dengan banyak kawan-kawan yang punya semangat belajar tingkat tinggi. Kawan-kawan pemerhati lingkungan dari kampung-kampung pedalaman di Kalimantan, tepatnya Kalimantan Tengah (Kalteng).
Continue reading

Tiga Kalinya ke Palangka Raya

Kali ketiga nginep di hotel ini, Amaris namanya. Hotel yang terletak di tengah kota Palangkaraya yang ramah kaum difable. Kenapa? Tangga untuk naik ke lantai atas tidak berundak-undak tapi landai menanjak, bisa buat plorotan.

Sekitar pukul 15 WIB, aku tiba di hotel itu, langsung tidur deh karena sumeng atau meriyang. Mungkin karena kecapekan ditambah hujan-hujanan. Malemnya, aku bertemu dengan banyak kawan lama para pewarta warga Kalimantan yang fokus pada isu lingkungan hidup, ada yang sangat aku kenal, beliau sang penjaga hutan Mentangai Hulu, Norhadi Karben dan Niji Dirman. Di antara lainnya agak sedikit lupa :D.

Tak jauh ada perubahan dari tahun ke tahun pas aku ngunjungin Palangka Raya. Tapi pas aku mendarat di Bandara Tcilik Riwut ada spanduk pekan budaya Dayak 2013.

image

Spanduk pekan budaya Dayak di Bandara Tcilik Riwut

Tapi tujuanku ke Palangka Raya ini bukan untuk nonton pekan budaya Dayak itu tapi untuk pelatihan pewarta warga Borneo Climate. Yaaa.. semoga aja bisa nyempatin waktu ngeliat pertunjukan budaya tersebut.

Resolusi WOW 2013, Tua?

Tahun 2012 telah usai, ditelan carut marutnya negeri seribu isu sejuta kasus. Terlepas dari semua itu, satu hal yang membuatku selalu ingat dengan tahun 2012 selain kiamat dibatalkan yaitu selesainya masa jabatan sebagai mahasiswa. Jabatan istimewa yang seharusnya masa tugas empat tahun, tapi aku berhasil memperpanjang hingga 7 tahun. Sebuah prestasi yang kadang membuat orang tua kecewa.

To Do List - Resolusi WOW 2013

To Do List – Resolusi WOW 2013, ilustrasi: marketplayground[dot]com

Lupakan 2012, mari bergumam dengan Resolusi WOW tahun ini, tahun yang membuatku semakin tua saja. Tahun ular air (ula banyu) semacam kadut. Ah gak peduli mau tahun kadut, naga, ayam, kambing; semua itu hanya hewan, yang kutahu ini tahun 2013 (dua ribu tiga belas), tahun pertamaku setelah jabatan mahasiswa itu direbut adik kelas.

Resolusi WOW untuk tahun 2013 ini yang jelas belum mau nikah dulu, pacaran sih boleh dari dulu.

Daftar yang harus jadi WOW tahun ini:

  1. Selalu berambut pendek
  2. Mengubah pola tidur tidak sehat (Belek awu: bengi melek awan turu) demi jantung yang sehat
  3. Harus betah di rumah/kos sendiri, biar gak keseringan tidur di kantor, gak sehat bagi otak dan jodoh *wek. Siap-siap nyari rumah/kosan yang bikin betah
  4. Jalan-jalan ke pulau Lombok, Papua hingga Timor Leste
  5. Bantu biayain adik-adikku sekolah, tanggung jawab berat jadi anak pertama yang punya adik lima
  6. Akhir tahun ada bancikan/tumpuan untuk nerusin sekolah lagi

Mungkin segitu dulu rencana hidup satu tahun ini, nanti bisa direvisi lagi dengan improvisasi hidupku yang sangat kucintai ini. Semoga Tuhan beserta alamnya merespon resolusi WOW ini :D.