Tag Archives: resolusi hidup

Rapuh atau Terpuruk di Februari?

Februari 2013 mungkin menjadi bulan yang rapuh bagi saya. Bulan di mana saya merasa gagal menjadi diri sendiri. Saya sudah menjanjikan sesuatu kepada manusia bernama Muhammad Khayat, tapi dirasa belum bisa memnuhi janji itu. Pergulatan rasa jiwa dan raga bercampur meracuni imaji. Saya merasa rapuh di Februari ini.

Rapuh karena timeline produktivitas terganjal sesuatu rasa di raga ini. Mungkin soal pola hidup, mungkin juga soal rasa yang menggumpal dalam tubuh ini. Saya pernah menuliskan tentang resolusi WOW 2013, tetapi sudah berjalan dua bulan, saya sudah merasa gagal. Belum jelas apa yang membuat saya merasa gagal menjalani resolusi hidup saya di tahun ini.

Saat sedikit kebahagiaan menghampiri di awal Februari, itu hanya menjadi tumpuan ganjalan bersarang. Ganjalan yang secara sistemik menjalar ke berbagai lini kehidupan saya. Beriringan dengan pergantian hari di Februari ini, fisik ini mengalami degradasi. Ah, semoga ini dari faktor psikis aja bukan murni fisik.

Tahun 2013 belum berakhir, bahkan baru pada titik permulaan. Mungkin saya hanya bisa menuliskan kicauan di sini. Yah, tempat kicauan yang mungkin tak peduli hanya menjadi konsumsi saya pribadi. Tak peduli anggapan bahwa ini keluhan, umpatan atau apapun. Tapi singkat kata, saya harus bisa melawan keterpurukan ini.

Mungkin dengan menyanyi saya bisa move on:

“Lonely Day”

Such a lonely day
And it’s mine
The most loneliest day of my life

Such a lonely day
Should be banned
It’s a day that I can’t stand

The most loneliest day of my life
The most loneliest day of my life

Such a lonely day
Shouldn’t exist
It’s a day that I’ll never miss
Such a lonely day
And it’s mine
The most loneliest day of my life

And if you go, I wanna go with you
And if you die, I wanna die with you

Take your hand and walk away

The most loneliest day of my life
The most loneliest day of my life
The most loneliest day of my life
Life

Such a lonely day
And it’s mine
It’s a day that I’m glad I survived

Hidup ini indah, masa muda apa lagi. Kita harus tetap merasa muda untuk tetap bisa menjalani tantangan yang diberikan Tuhan.