Tiga Kalinya ke Palangka Raya

Kali ketiga nginep di hotel ini, Amaris namanya. Hotel yang terletak di tengah kota Palangkaraya yang ramah kaum difable. Kenapa? Tangga untuk naik ke lantai atas tidak berundak-undak tapi landai menanjak, bisa buat plorotan.

Sekitar pukul 15 WIB, aku tiba di hotel itu, langsung tidur deh karena sumeng atau meriyang. Mungkin karena kecapekan ditambah hujan-hujanan. Malemnya, aku bertemu dengan banyak kawan lama para pewarta warga Kalimantan yang fokus pada isu lingkungan hidup, ada yang sangat aku kenal, beliau sang penjaga hutan Mentangai Hulu, Norhadi Karben dan Niji Dirman. Di antara lainnya agak sedikit lupa :D.

Tak jauh ada perubahan dari tahun ke tahun pas aku ngunjungin Palangka Raya. Tapi pas aku mendarat di Bandara Tcilik Riwut ada spanduk pekan budaya Dayak 2013.

image

Spanduk pekan budaya Dayak di Bandara Tcilik Riwut

Tapi tujuanku ke Palangka Raya ini bukan untuk nonton pekan budaya Dayak itu tapi untuk pelatihan pewarta warga Borneo Climate. Yaaa.. semoga aja bisa nyempatin waktu ngeliat pertunjukan budaya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *